• AGAMA AGAMA
  • DAFTAR ISI DAFTAR ISI
  • HOME HOME
  • LAIN-LAIN LAIN-LAIN
  • SEJARAH SEJARAH

CONTOH SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG


                                  SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG 
                                           No : 361/BU/VII/82



Yang bertandatangan dibawah ini :


       1.    Nama
       2.    Pekerjaan
       3.    Alamat

Direksi PT.Bank Jali Nusantara di Jakarta dalam hal ini bertindak  untuk dan atas nama PT. Bank Jali Nusantara selanutnya disebut PIHAK PERTAMA


         1.   Nama
         2.   Pekerjaan
         3.   Alamat

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Daya Putra Mandiri, yang selanjutnya disebut pihak kedua, telah bermufakat mengenai perjanjian pinjam uang dengan syarat dan aturan sebagai berikut :

                                                       Pasal  1

Pihak kedua mengakui telah menerima dari pihak pertama pinjaman uang tunai sebesar  Rp.  .. . . . . . . . . . . . .dimana untuk penerimaan uang tersebut suratat Perjanjian Pinjam Uang ini  berlaku pula sebagai tanda terima.

                                                        Pasal 2

Atas hutang tersebut pihak kedua diwajibkan membayar bunga kepada pihak pertama sebesar ................% setahun dihitung dari pokok pinjaman dan telah dibayar lunas untuk masa............sampai dengan .........Sejumlah Rp. . . . . .  . .

                                                        Pasal 3

Atas hutang tersebut pihak kedua diwajibkan membayar kepada pihak pertama provisi sebesar.......% untuk tiap bulan dihitung dari pokok pinjaman dan telah dibayar lunas untuk masa. . . . . .sampai dengan  . . . . .  .sejumlah RP . . . . . .

                                                        Pasal 4

Pihak kedua berjanji akan dibayar kembali pinjaman ini paling lambat tanggal . . . . . termasuk bunga dan provisi dari hutang tersebut, apabila pihak kedua tidak dapat melunasi kewajiban pada tanggal tersebut maka perhitungan bunga provisi dan ongkos lain etap berlaku sebagaimana telah ditetapkan dalam perjanjan ini.

                                                         Pasal 5

Jika pihak pertama menyerahkan penagihan pinjaman ini kepada seorang advokat, kuasa atau pihak pertama terpaksa menyelesaikan pinjaman ini melalui Pengadilan Negri, maka pihak kedua wajib dan sanggup membayar denda/ganti rugi kepada pihak pertama sebesar. . . . . . % dari jumlah uang yang dapat di tarik dari pihak kedua.

                                                         Pasal 6

Untuk menjamin bahwa pihak kedua akan membayar hutangnya kepada pihak pertama maka dengan ini pihak kedua memberikan kepada Pihak Pertama sebagai jaminan barang-barang atau pun hak-hak kebendaan lainya dengan ikatan-ikatan sebagai berikut :

Penyerahan barang-barang sebagai gadai :

1. Pihak kedua dengan ini menggadaikan dan menyerahkan kepada pihak pertama barang-barang yang berupa

_________________________________________________________________________________
              Nama dan keterangan barang          |               Ditaksir seharga
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                 |         Rp
                                                                 |
                                                                 |
_________________________________________________________________________________
                 Jumlah                                       |          Rp    
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Terhitung mulai hari ini barang-barang tersebut diakui oleh pihak pertama untuk disimpan.

3.   Pihak kedua menyatakan bahwa seluruh barang tersebut di atas tidak menjamin (borg) kepada piak lain dan bebas dari segala tuntutan.

4 .  Jika pihak kedua terbukti lalai melakukan kewajibannya kepada pihak pertama sesuai dengan pasal 1 surat perjanjian ini, maka pihak pertama wajib dan berhak menjual barang gadai tersebut kepada pihak lain dan mempergunakan hasil penjualan bersih untuk membayar hutang pihak kedua kepada Pihak pertama, dengan ketentuan jika hasil penjualan bersih itu kurang dai jumlah hutang dan bunganya yang harus dilunasi pihak kedua, maka pihak kedua harus menambah kekurangannya, sedang jika hasil penjualan itu melebihi jumlah hutang dan bunga pinjaman maka pertama segera membayar kelebihannya kepada pihak kedua.

                                                    Pasal 7

Pihak kedua berssedia tunduk kepada semua peraturan dan kebiasaan mengenai kredit yang ada pada PT. Bank Jali termasuk ketentuan yang ada dalam syarat-syarat umum untuk mengadakan hubungan rekening koran atau peraturan-peraturan yang akan diadakan kelak, meskipun tidak disebutkan di sini secara terperinci.

                                                   Pasal 8

Kedua belah pihak telah memilih tempat Kediaman hukum (omisili) yang tetap dan umum tentang segala akibat yang mungkin timbul  dari surat perjanjian pinjam uang ini di kantor Panitera Pengadilan Negri Jakarta 

                                                                        Jakarta 14 September 2012


               Pihak  Pertama                                             Pihak Kedua
      PT. BANK JALI NUSANTARA                                 CV.Daya Putra Mandiri





             Drs Si Pulan                                                 Ir. Jarang pulang